A.
INJEKSI
Injeksi merupakan
cara pemberian suatu obat dengan sediaan larutan, emulsi atau suspense dalam volume
besar dan volume kecil yang diberikan melalui intra vena, intra muscular, dll.
Injeksi dalam
volume besar yaitu infus dan larutan irigasi. Infus merupakan sediaan steril
dengan volume besar dalam dosis tunggal yang biasa ditujukan untuk pengobatan
maupun pemenuhan elektrolit tubuh. Sedangkan larutan irigas adalah sediaan
steril untuk membersihkan luka dengan mengalirkan air irigasi padanya.
Injeksi dalam
volume kecil seperti ampul, vial dan cairan infus dalam kantung. Ampul
merupakan sediaan steril dalam dosis tunggal dalam wadah kaca yang dipatahkan
ketika akan digunakan. Vial selain dalam bentuk larutan juga dalam bentuk suspensi,
dan larutan terkonstitusi. Cairan infus model kantung yaitu larutan steril yang
digunakan untuk injeksi siap pakai dengan volume maksimal 100 ml.
Sediaan intravena
boleh di berikan dengan sediaan emulsi tetapi tidak boleh menggunakan
emulgator/surfaktan yang berlebih, karena surfaktan membantu bahan-bahan yang
bersifat lipofilik keluar dari sel.
B.
TETES TELINGA
Sediaan telinga
tidak harus steril, kecuali yang berhubungan dengan telinga bagian dalam.
Karena telinga bagian dalam sangat berhubungan dengan bagian otak dan hanya
dibatasi oleh selaput yang tipis. Pada bagian telinga luar sudah dilindungi
oleh serumen hasil sekret pada telinga, juga sekresi keringat oleh kulit
sekitar telinga, debu dan juga kotoran yag berasal dari lingkungan.
Sediaan telinga
mencakup larutan, suspensi, dan juga salep. Ada persamaan dalam hal bentuk
sediaan dengan sediaan pada mata. Dimana rentang pH pada mata juga sebenarnya
lebar yakni 3,5-8,5. Oleh karena itu, biasanya sediaan pada mata dipakai untuk
telinga begitu pula sebaliknya. Sehingga sediaan pada telinga disiapkan steril.
Sediaan telinga
biasanya ditujukan untuk infeksi yang terdiri dari antibiotik dan juga pembawa.
Zat antibiotik ditujukan untuk inflamasi seperti benzokain, lidokain, juga
nyeri yang disebabkan oleh inflamasi tersebut yaitu analgesik dan anastesi
lokal. Sedangkan pembawa biasanya digunakan air, giserin, dan propilenglikol.
Gliserin, selain sebagai pembawa juga bersifat higroskopis sehingga menyerap
air dari lingkungan telinga dan juga mikroba. Sama halnya dengan propilenglikol,
selain sebagai pembawa juga membantu dalam pemviskositas (mendinginkan) untuk
inflamasi ringan.
Pada sediaan salep
telinga, digunakan basis minyak mineral, karena jika menggunakan basis minyak
nabati maka akan menyebabkan pertumbuhan mikroba yang semakin besar pada liang
telinga. Sebab kalau nabati jika tertinggal dalam liang telinga akan menjadi
nutrisi untuk mikroba.
C.
TETES HIDUNG
Tetes hidung harus
sediaan steril karena penggunaannya di dalam hidung dimana yang membatasinya
hanyalah penghalang yang sangat tipis dengan bagian otak. Selain itu,
viskositasnya juga harus sesuai dengan viskositas mukosa hidung.
0 komentar:
Posting Komentar