Minggu, 05 Juli 2015

RESUME TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL

A.   INJEKSI
Injeksi merupakan cara pemberian suatu obat dengan sediaan larutan, emulsi atau suspense dalam volume besar dan volume kecil yang diberikan melalui intra vena, intra muscular, dll.

Injeksi dalam volume besar yaitu infus dan larutan irigasi. Infus merupakan sediaan steril dengan volume besar dalam dosis tunggal yang biasa ditujukan untuk pengobatan maupun pemenuhan elektrolit tubuh. Sedangkan larutan irigas adalah sediaan steril untuk membersihkan luka dengan mengalirkan air irigasi padanya.
Injeksi dalam volume kecil seperti ampul, vial dan cairan infus dalam kantung. Ampul merupakan sediaan steril dalam dosis tunggal dalam wadah kaca yang dipatahkan ketika akan digunakan. Vial selain dalam bentuk larutan juga dalam bentuk suspensi, dan larutan terkonstitusi. Cairan infus model kantung yaitu larutan steril yang digunakan untuk injeksi siap pakai dengan volume maksimal 100 ml.
Sediaan intravena boleh di berikan dengan sediaan emulsi tetapi tidak boleh menggunakan emulgator/surfaktan yang berlebih, karena surfaktan membantu bahan-bahan yang bersifat lipofilik keluar dari sel.
B.    TETES TELINGA
Sediaan telinga tidak harus steril, kecuali yang berhubungan dengan telinga bagian dalam. Karena telinga bagian dalam sangat berhubungan dengan bagian otak dan hanya dibatasi oleh selaput yang tipis. Pada bagian telinga luar sudah dilindungi oleh serumen hasil sekret pada telinga, juga sekresi keringat oleh kulit sekitar telinga, debu dan juga kotoran yag berasal dari lingkungan.
Sediaan telinga mencakup larutan, suspensi, dan juga salep. Ada persamaan dalam hal bentuk sediaan dengan sediaan pada mata. Dimana rentang pH pada mata juga sebenarnya lebar yakni 3,5-8,5. Oleh karena itu, biasanya sediaan pada mata dipakai untuk telinga begitu pula sebaliknya. Sehingga sediaan pada telinga disiapkan steril.
Sediaan telinga biasanya ditujukan untuk infeksi yang terdiri dari antibiotik dan juga pembawa. Zat antibiotik ditujukan untuk inflamasi seperti benzokain, lidokain, juga nyeri yang disebabkan oleh inflamasi tersebut yaitu analgesik dan anastesi lokal. Sedangkan pembawa biasanya digunakan air, giserin, dan propilenglikol. Gliserin, selain sebagai pembawa juga bersifat higroskopis sehingga menyerap air dari lingkungan telinga dan juga mikroba. Sama halnya dengan propilenglikol, selain sebagai pembawa juga membantu dalam pemviskositas (mendinginkan) untuk inflamasi ringan.
Pada sediaan salep telinga, digunakan basis minyak mineral, karena jika menggunakan basis minyak nabati maka akan menyebabkan pertumbuhan mikroba yang semakin besar pada liang telinga. Sebab kalau nabati jika tertinggal dalam liang telinga akan menjadi nutrisi untuk mikroba.
C.    TETES HIDUNG

Tetes hidung harus sediaan steril karena penggunaannya di dalam hidung dimana yang membatasinya hanyalah penghalang yang sangat tipis dengan bagian otak. Selain itu, viskositasnya juga harus sesuai dengan viskositas mukosa hidung.

0 komentar:

Posting Komentar